Monday, June 10, 2013

Struktur Rangka Batang (Truss Structure)


Sebuah struktur rangka batang adalah sebuah susunan struktur yang tersusun dari bagian struktur dua gaya yang tersambung bersama-sama ke sebuah tatanan dari segitiga-segitiga dengan berbagai macam bentuk. Beberapa contoh dari struktur rangka batang diperlihatkan pada gambar di bawah. Struktur rangka batang dpat digunakan untuk menghubungkan sebuah jarak sepanjang yang diinginkan, dan terutama digunakan secara umum untuk bangunan dengan bentang lantai serta atap yang besar, dan juga digunakan untuk jembatan-jembatan yang panjang. Apabila sebagan besar dari elemen-elemen struktur dan susunan-susunan struktur umumnya ditutupi dengan plafon, lantai, dan dinding dengan tujuan dramatisasi dan estetika, rangka-rangka batang seringkali dengan sengaja dibiarkan terbuka, demi mendapatkan penampilan arsitektural sebuah struktur.

Truss Structure

Idealnya beban-beban rangka batang diterapkan hanya pada titik sambungan dari bagian struktur, yang disebut titik tumpu (joint). Rangka-rangka batang dibangun dengan konstruksi sedemikian rupa sehingga sumbu memanjang dari tiap-tiap bagian struktur yang tersambung bertemu di titik simpul, dan tiap-tiap titik simpulitu dapat ditinjau sebagai titik gaya yang konkuren. Rangka-rangka batang diasumsikan berperilaku seperti sebuah sendi yang menyambungkan semua bagian struktur dan beban-beban apapun yang diterapkan pada tiap-tiap titik simpul, yang biasanya dikenal sebagai sebuah sambungan sendi. Walaupun mungkin diperlukan banyak pengunci (fastener) untuk membentuk sebuah titik simpul rangka batang tunggal yang besar, fakta bahwa semua beban yang tersambung adalah konkuren menghasilkan bagian struktur yang diasumsikan mentransfer momen-momen yang dapat diabaikan di antara bagian struktur itu sendiri pada sambungan-sambungan sendi yang teridealisasi.

Banjir Perkotaan (Urban Flood)


Banjir merupakan fenomena alam dimana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan drainase di suatu daerah sehingga menimbulkan genangan yang merugikan. Kerugian yang diakibatkan banjir seringkali sulit diatasi baik oleh masyarakat maupun instansi terkait. Banjir disebabkan oleh berbagai macam faktor, yaitu:
a.       kondisi daerah tangkapan hujan,
b.      durasi dan intesitas hujan,
c.       tata guna lahan,
d.      kondisi topografi, dan
e.       kapasitas jaringan drainase
Banjir di daerah perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda dengan banjir pada alamiah. Pada kondisi di alam, air hujan yang turun ke tanah akan mengalir sesuai kontur tanah yang ada ke arah yang lebih rendah. Untuk daerah perkotaan pada umumnya air hujan yang turun akan dialirkan masuk ke dalam saluran-saluran buatan yang mengalirkan air masuk ke sungai. Kontur lahan yang terdapat di daerah perkotaan direncanakan agar air hujan yang turun mengalir ke dalam saluran-saluran buatan tadi. Ada kalanya, kapasitas saluran tersebut tidak mencukupi untuk menampung air hujan yang terjadi, sehingga mengakibatkan terjadinya banjir.
Kasus-kasus banjir di daerah perkotaan memiliki beberapa masalah yang perlu ditelaah lebih lanjut. Arah aliran yang terjadi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi topografi lahan, karena adanya bangunan-bangunan yang menghalangi arah aliran air. Aliran yang terjadi berubah arah karena membentur bangunan dan mengakibatkan arah aliran menjadi tidak beraturan.

Banjir Perkotaan

Monday, April 29, 2013

Plutea (Plumeria Alba Tea) sebagai Alternatif Pengobatan Penyakit Kanker


Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan progresif yang disebabkan oleh berbagai macam faktor antara lain karena adanya mutasi gen dan paparan bahan-bahan karsinogenik (Wilson, 2005). Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit kardiovaskular.
Pengobatan konvensional yang umum dilakukan pada penyakit kanker antaranya dengan pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Namun, terapi kanker secara pembedahan tidak dapat dilakukan khususnya pada sel kanker yang telah menyebar (metastasis), sementara pengobatan kemoterapi dan radiasi dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu diperlukan sebuah alternatif pengobatan terutama yang berasal dari bahan alam yang pastinya mudah didapat, murah, efektif, dan tanpa efek samping (Hawariah : 1998).
Salah satu tanaman yang telah banyak dikenal dan digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia adalah kamboja (Plumeria alba). Kamboja mudah sekali ditemukan dan didapatkan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat Indonesia telah lama menggunakan kamboja sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Daun kamboja (Plumeria alba Linn), mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, glycoside, dan alkaloid (Hidayat : 2001). Penelitian menjukkan bahwa ekstrak daun kamboja mempunyai potensi toksisitas akut. Hal tersebut berkaitan dengan senyawa yang terdapat dalam daun kamboja yaitu flavonoid.
Flavonoid adalah senyawa polifenol yang banyak tersebar di alam dan memiliki efek potensial yang menguntungkan pada kesehatan manusia sebagai antivirus, anti-alergi, anti-inflamasi, antikanker dan antioksidan.
Melalui metode studi pustaka dan pengumpulan data, maka didapatkan bahwa kandungan favonoid dalam Plumeria alba dapat digunakan sebagai obat antikanker. Mekanisme flavonoid sebagai antikanker ada beberapa teori, yaitu flavonoid sebagai antioksidan, flavonoid sebagai penghambat proliferasi kanker, Flavonoid sebgai penghambat aktivitas reseptor tirosin kinase, dan flavonoid sebagai pengurang resistensi tumor terhadap agen kemoterapi.
Pemanfaatan Plumeria alba sebagai obat anti kanker dilakukan dengan memilih bentuk teh (Plutea). Hal ini terkait dengan teh yang sudah menjadi minuman yang dikenal luas oleh masyarakat sehingga Plutea (Plumeria alba Tea) dapat digunakan sebagai konsumsi sehari-hari yang berguna bagi kesehatan. Selanjutnya Plutea dikemas dalam bentuk teh celup sehingga lebih praktis.