Saturday, April 27, 2013

Di Dalam Setiap Kekurangan, Terdapat Kelebihannya


Apabila anda ditanya, manakah yang merupakan negara terkaya di dunia? Sebagian mungkin menjawab Amerika Serikat, sebagian lagi mungkin akan menjawab Inggris, atau bahkan mungkin China. Anda dapat berkata demikian karena negara-negara tersebut memiliki perekonomian yang berkembang dengan pesat, produk-produk perdagangan mereka dapat ditemui di hampir semua negara, dan negara-negara tersebut menguasai perekonomian dunia. Ya, memang hal itulah yang terjadi. Ketiga negara tersebut adalah negara adidaya dalam bidang perekonomian. Akan tetapi apabila anda ditanya lebih jauh, negara manakah yang merintis globalisasi dalam bidang perekonomian? Anda mungkin tak akan percaya, BELANDA lah jawabannya.

Perekonomian Dunia

Globalisasi dalam dunia perekonomian diawali dalam usaha bangsa-bangsa Eropa dalam pencarian rempah-rempah yang merupakan komoditi perdagangan utama pada abad ke-17. Pada masa itu, terjadi persaingan sengit di antara bangsa Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan kuasa perdagangan di Asia Timur, yang merupakan tempat asal rempah-rempah. Guna mengatasi persaingan dagang dengan negara lain dan meningkatkan kerja sama antar pedagang Belanda, pemerintah Belanda membentuk sebuah organisasi dagang yang bernama VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie).

Ekspansi Perekonomian Belanda oleh VOC

VOC yang didirikan pada 20 Maret 1602 adalah perusahaan multinasional pertama di dunia. Perusahaan dagang ini diberi mandat oleh Belanda untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Asia bagian timur. Perusahaan ini juga dianggap merupakan perusahaan pertama yang menerapkan pembagian saham. Bursa Saham Amsterdam, yang juga didirikan oleh VOC pada tahun 1602 merupakan bursa saham yang pertama di dunia. Jadi pasar saham yang selama ini kita kenal sebenarnya merupakan ide dari bangsa Belanda untuk mengembangkan perekonomiannya.

Bursa Efek Amsterdam (1602)
  
Selain itu, Belanda juga merupakan negara pertama yang menerapkan prinsip perdagangan bebas. Pada tahun 1609, seorang filsuf Belanda Hugo Grotius, yang dikenal sebagai pionir dari pandangan modern tentang hukum internasional, menerbitkan sebuah buku yang berjudul Mare Liberum (Laut Bebas).

Mare Liberum Karangan Hugo Grotius

Di dalam buku inilah, Hugo Grotius menuliskan sebuah prinsip baru bahwa lautan adalah sebuah teritori internasional dan semua negara bebas menggunakannya untuk perdagangan. Meskipun terjadi kontroversi tentang pendapat ini, pemerintah Belanda mendukung prinsip tersebut dan menggunakannya sebagai landasan untuk perdagangan bebas.

Pelabuhan Rotterdam, Salah Satu Pusat Ekonomi Belanda

Dari beragam uraian di atas, jelas bahwa Belanda merupakan pionir dalam kemajuan perekonomian internasional. Pembentukan VOC sebagai perusahaan multinasional pertama menjadi panutan untuk berdirinya perusahaan serupa di masa-masa selanjutnya, gagasan bangsa Belanda tentang pembagian saham menjadi awal dari berkembangnya pasar saham, dan pendapat Hugo Grotius tentang laut bebas dalam Mare Liberum  menjadi cikal bakal dari hukum perdagangan internasional.

Apabila dipikirkan, rasanya tidak mungin negara sekecil Belanda dapat menguasai perekonomian dunia. Sebagai perbandingan, negara kita memiliki wilayah hampir 50 kali lebih luas dengan sumberdaya yang berlimpah ruah. Akan tetapi Belanda dengan beragam keterbatasannya mampu memulai globalisasi dalam dunia perekonomian melalui jiwa-jiwa pionernya. Kerajaan ini telah menjadi penguasa ekonomi dan penjelajah laut yang mahir pada abad ke-17. Janganlah jadikan keterbatasan halangan untuk memulai sesuatu yang baru. Segalanya mungkin, karena seperti pepatah Belanda “leder Nadeel, heb z’n voordeel” (di dalam setiap kekurangan, terdapat kelebihannya).

Look Forward and Be A Pioneer!

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Vereenigde_Oostindische_Compagnie
http://en.wikipedia.org/wiki/Mare_Liberum

Thursday, August 2, 2012

Bendungan



Bendungan adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan bendungan juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
Bendungan dan bendung sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air (biasanya terdapat di sungai). Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak atau mercu bendung (overflow) dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran atau sungai. Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi.

Wednesday, January 28, 2009

WAKIL RAKYAT YANG IDEAL

Wakil rakyat. Sebuah istilah yang belakangan ini identik dengan hal-hal yang berbau negatif. Mulai dari pemalsuan ijazah, pembohongan publik, penipuan, korupsi, hingga pelecehan seksual. Dan yang perlu digaris bawahi, kebanyakan dari mereka tidak memperjuangkan kepentingan rakyat yang mereka wakili tetapi mereka menjadi wakil rakyat hanya untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri. Dengan kondisi demikian, apakah patut mereka disebut sebagai wakil rakyat yang ‘ideal’?
Untuk membahasnya, terlebih dahulu marilah kita meninjau tentang definisi dari istilah ‘wakil rakyat’. Menurut Ginting (2008), wakil rakyat adalah orang yang mewakili rakyat dalam pemerintahan yang tujuannya untuk memperjuangkan kepentingan orang yang diwakilinya. Sedangkan menurut Davidson (2007), wakil rakyat adalah orang terpilih yang mewakili rakyat dari hasil pemilihan dan merupakan sarana untuk menampung aspirasi rakyat dan memperjuangkannya untuk kepentingan rakyat.
Dari dua pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa wakil rakyat adalah orang yang ditunjuk untuk mewakili rakyat dalam pemerintahan melalui sebuah pemilihan untuk menampung aspirasi rakyat dan memperjuangkan hak-hak orang yang diwakilinya.
Selanjutnya, Bagaimanakah kriteria wakil rakyat yang ideal itu?
Kriteria terpenting sehingga seseorang pantas disebut wakil rakyat, yaitu memperjuangkan hak-hak orang yang diwakili. Apabila seorang wakil rakyat tidak memenuhi kriteria ini, maka ia tak pantas disebut sebagai seorang wakil rakyat apalagi seorang wakil rakyat yang nota bene ‘ideal’.
Selanjutnya iman dan takwa. Sifat yang mutlak harus dimiliki oleh setiap orang, terlebih lagi bagi seorang wakil rakyat. Seorang wakil rakyat yang tidak mempunyai iman dan takwa dapat melakukan kegiatan yang melampaui batas-batas kemanusiaan. Tetapi wakil rakyat yang berpegang teguh pada iman dan takwa yang diyakininya, niscaya ia akan terhindar dari semua tindakan tercela (seperti yang disebutkan diatas) yang dapat merusak citranya sebagai wakil rakyat.
Kejujuran. Sesuatu yang sangat mendasar dalam diri manusia. Seorang wakil rakyat yang jujur tidak mungkin melakukan tindakan korupsi, pemalsuan ijazah, dan penipuan. Jadi wakil rakyat yang ideal harus memiliki sifat ini.
Pendirian tetap. Dalam sudut pandang wakil rakyat, sikap ini berwujud pada konsistensi seorang wakil rakyat tehadap janji-janji yang telah ia lontarkan pada saat kampanye. Jadi saat telah terpilih, mereka harus merealisasikan janji tersebut.
Etos kerja dan kedisiplinan. Dalam hal ini berwujud semangat seorang wakil rakyat dalam mengemban tugasnya sebagai seorang wakil rakyat. Namun sifat ini jarang dimiliki wakil rakyat di Indonesia. Penerapannya adalah pada saat DPR/MPR mengadakan pertemuan untuk membahas suatu permasalahan, banyak dijumpai wakil rakyat yang malah tidur atau tidak memperhatikan jalannya sidang. Sampai-sampai Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menegur salah seorang anggota DPR yang tidur saat beliau menyampaikan pidato kenegaraan. Kondisi ini sangat sesuai dengan lagu dari Iwan Falls berikut:
wakil rakyat seharusnya merakyat
jangan tidur waktu sidang soal rakyat
wakil rakyat bukan paduan suara
hanya tahu nyanyian lagu setuju
(http://www.kontras.org/)
Dengan kondisi demikian, pantaskah mereka kita sebut sebagai wakil rakyat?
Kemudian, seorang wakil rakyat yang ideal harus memiliki sifat berjiwa sosial dan rela berkorban. Penerapannya adalah saat rakyat yang ia wakili mengalami musibah. Sudahkah sang wakil rakyat membantu atau bahkan meninjau lokasi bencana? Nyatanya hanya segelintir wakil rakyat yang bersedia melakukan hal itu. Yang lain lebih memilih menghabiskan waktunya untuk berlibur ke luar negeri. Baru-baru ini misalnya, sejumlah anggota DPR memulai kunjungan ke Eropa pada Bulan Oktober 2008. Padahal Indonesia sedang mengalami krisis keuangan. (http://www.detiknews.com/)
Dan yang terakhir, seorang wakil rakyat yang ideal juga harus memiliki pandangan luas dalam menghadapi suatu permasalahan (open mind). Hal ini erat kaitannya dengan kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan yang harus dimiliki oleh wakil rakyat tersebut. Seorang wakil rakyat yang memiliki pemikiran luas akan lebih objektif dalam memandang suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Dalam penerapannya, maka polemik ijazah palsu harus lebih diperhatikan lagi serta dengan memperketat kriteria bagi seseorang untuk menjadi wakil rakyat, mengingat betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam diri seorang wakil rakyat.
Permasalahannya sekarang, bagaimana cara mewujudkan wakil rakyat yang memenuhi kriteria di atas?
Opsi yang pertama, pembentukan karakter wakil rakyat yang ideal dapat dilakukan dengan penanaman jiwa-jiwa pancasila sejak dini (revitalisasi nilai-nilai pancasila). Pendidikan pancasila sudah mencakup semua aspek kehidupan karena merupakan hasil kristalisasi nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.
Mulai dari sila pertama dapat mendidik jiwa religius seseorang. Dalam sudut pandang seorang wakil rakyat, ini setara dengan pendidikan iman dan takwa yang dapat mencegah tindakan tercela. Sila kedua, menekankan pada hubungan sesama manusia. Penerapannya dengan sifat rela berkorban dan saling menghormati sesama. Sila ketiga, penerapannya dalam menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Sila keempat, penerapannya dengan memperjuangkan kepentingan rakyat dan menempatkannya di atas kepentingan pribadi. Dan sila kelima diwujudkan dengan rasa keadilan terhadap seluruh rakyat yang diwakilinya. (http://pormadi.wordpress.com/)
Selain dengan penanaman jiwa-jiwa pancasila, pembentukan karakter wakil rakyat yang ideal dapat dilakukan dengan keteladanan pemimpin. Baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, ataupun sekolah.
Selanjutnya masyarakat cerdas. Kita dapat memberikan saran atau kritik kita kepada wakil rakyat guna kebaikan pemerintahan di masa selanjutnya. Karena terdapat ungkapan: “Pemimpin cerdas berasal dari masyarakat yang cerdas.” Sebagai pelajar kita juga dapat mengungkapkan aspirasi kita dengan membuat jurnal ataupun artikel mengenai wakil rakyat idaman kita.
Jadi kesimpulannya semua pihak berperan serta dalam membentuk wakil rakyat yang ideal, termasuk kita sebagai siswa juga mempunyai peranan yang penting. Oleh karena itu, kita harus turut serta dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang kondusif dengan berpartisipasi dalam dunia pemerintahan, walaupun hanya sebatas mengamati dan memberi saran. Pilihlah wakil rakyat idamanmu menurut hati nuranimu sendiri.